Klasifikasi dan Morfologi Seledri

Klasifikasi dan Morfologi Seledri – Seledri, semua pasti tahukan , daun hijau ini yang biasa ada pada sayuran sop buatan ibu. Atau menjadi salah satu bumbu di menu – menu masakan lainnya, atau buat salah satu bahan obat ketika panas misalnya, jadi tidak asing lagi bukan. Tapi, apakah ada yang tahu klasifikasi dan morfologi sayuran hijau ini?

Klasifikasi seledri

Berikut terdapat klasifikasi seledri :

Nama latin Apilum graveolens L
Sub kingdom Viridiplantae
Infra kingdom Streptophyta
Super divisi Embryophyta
Divisi Tracheophyta
Sub divisi Spermatophytina
Kelas Magnoliopsida
Super ordo Asteranae
Ordo Apiales
Family Apiaceae
Genus Apium L
Spesies Apium Graveolens L
varietas Apium Graveolens var dulce (Mill) DC
   

Morfologi tanaman seledri

Seledri merupakan salah satu tumbuhan dikotil atau biji berkeping dua. Seledri  yang memiliki nama latin Apium graveolens L ini berbentuk seperti rumput atau semak dan termasuk tanaman setahun atau dua tahun.

Tanaman seledri hanya tersusun dari akar, batang, daun, bunga, buah, dia juga tidak memiliki cabang seperti tanaman lainnya.

Seledri ini termasuk salah satu tanaman unik yang memiliki warna hamper keseluruhan berwarna hijau dan rasa beda dari yang lainnya.

Berikut bagian seledri :

  • Akar

Akar yang dimiliki oelh seledri adalah akar tanggung dengan serabut sedalam 30 cm da bawah permukaan tanah dan menyebar ke samping dengan radius sekitar 5 – 9 cm dari pangkal batang seledri yang berwarna putih kotor.

  • Batang

Bentuk batang seledri bisa dibilang unik, karean bentuknya berupa persegi tapi tidak memiliki kayu, beruas – ruas, bercabang banyak dan juga tidak berambut.

  • Daun

Bentuk daun seledri ini menyirip ganjil, tepinya beringgit, setiap helai daun yang dimilikinya tipis, rapat denagn pangkal, dan ujungnya runcing. Memiliki anak daun sebanyak 3 – 7 helai, panjangnya sekitar 2-7,5 cm dan lebar 2.5 cm. setiap daun memiliki tangkai sepanjang 1-2.7 cm, smeua berwarna hijau.

  • Bunga

Seledri memiliki bunga yang berbentuk paying dnegan jumlah 8 –  12 buah kecil dipucuk tnaman tua. Bunga majemuk berwarna putih tersebut tumbuh pada ketiak yang menbghasilkan 3 – 8 bunga per tangkai dan memebentuk bulatan pada ujungnya. Bunga akan menjadi buah setelah dibuahi.

  • Buah

Seledri memiliki buah yang berwarna hijau ketika masih muda dan berwarna coklat tua ketika sudah tua dan bentuk bunga tersebut adalah bulat kecil.

Seledri merupakan salah satu sayuran subtropics yang bisa hidup di tempat dingin denagn temperature 9 – 20 derajat celcius untuk menghasilkan kecambah.

Sedangkan pada temperature 10 – 24 derajat celcius untuk mengahsilkan produksi yang tinggi.seledri sangat cocok di tanam pada ketinggian antar 0 – 1200 m dbl dan udaranya menagndung tingkat kelembaban sekitar 80 – 90 persen serta sinar matahari yang cukup. Seledri juga sangat sensitive dengan air hujan, jadi sebaiknya di tanam pada akhir musim huajn.

Seledri yang dibudidayakan :

  • Seledri daun atau seledri iris dengan nama latin A Graveolens kempok dari Secalinum yang biasa diambil daunnya saj seperti di Indonesia.
  • Seledri tangkai atau nama latinnya A Graveolens memiliki tangkai dan daunnya besar, memiliki aroma segar biasa dipakai untuk salad.
  • Seledri umbi atau nama latinnya A Graveolens memiliki umbi yang kaya akan provitamin A dan K biasa digunakan untuk bahan semurdan sup.

Demikianlah yang bisa saya sampaikan mengenai Klasifikasi dan Morfologi Seledri. Semoga bermanfaat.

Sumber : https://agrotek.id/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *